Senin, 05 Juli 2010

Telah lama tertanam di benakku dengan sejuta bayangan dirimu

17 komentar:

  1. Kertas adalah kertas
    dan ketika kertas itu di bakar....
    akankah tetap kita katakan sebagai kertas
    ia.....telah berubah menjadi abu

    apa yang kita lihat...
    belum tentu seindah yang kita bayangkan
    belum tentu pula...
    seburuk yang kita pikirkan

    kapan dunia lahir??
    kapan dunia ini pula akan musnah???
    hal tersebut.....
    bukan urusan kita sebagai manusia

    yang harus kita jalani adalah...
    hari-hari yang indah...
    yang cocok dengan syarat-syarat
    untuk kita bisa hidup dalam bahagia
    dalam kehidupan yang sesungguhnya

    BalasHapus
  2. Keyakinan dan ketakutan tampak serupa. Keduanya adalah masa depan yang masih misteri. Satu-satunya perbedaan adalah keyakinan bersifat positif dan ketkautan bersifat negatif.Jangan biarkan yang negatif menguasaimu. Jangan pernah punya rasa takut.
    -Setiap kegelapan memiliki sebatang lilin yang tersembunyi, setiap senyuman tidak selalu milikmu dan setiap potongan hari hanyalah satu kehidupan. Jangan luput dari kehidupan, apapun yang terjadi.
    -Jangan biarkan rasa takut menghentikanmu, ketahuilah kemu hanya sedang menghadapi peluang-peluang besar.
    -Usaha adalah hal yg bisa dikendalikan, bukan cuma besarannya. Bukan cuma besaran nilainya yg bisa dikontrol, tapi managementnya.
    -Jika ini terjadi, berarti mungkin; buatlah segalanya mungkin.~ Amit Pradhan

    BalasHapus
  3. Maaf untuk sahabat..
    March 6th, 2009

    Ini tentang kisah, arti dari sebuah tali persahabatan Arti dari tali yang terjalin karena kita memiliki naluri Kita memiliki rasa Kita memiliki keinginan Keinginan tuk slalu berbagi Aku memiliki sahabat sahabat yang menurutku terbaik yang aku punya sahabat yang aku harap mengerti dan dimengerti dalam segala rasa

    BalasHapus
  4. Wahai sayang ku…!
    Ketika pertama kali kita berpandangan….
    Bertemu dan berbicara
    Terasa ada sesuatu disudut hati ku ini
    Ada angin mesra yang bertiup dengan begitu lembut sekali
    Begitu samar-samar….
    Cuba membisikkan sesuatu di hatiku….
    Tentang sebuah kemesraan
    Tentang sebuah kehidupan
    Sebuah kisah cinta....
    Dan sebuah harapan
    Diantara kita berdua.

    Dan kemudian….
    Aku juga tidak pernah menyangka
    Bahawa itu semuanya….
    Adalah satu lakonan sandiwara penghiris hati
    Dan sebuah ilusi mimpi
    Tentang satu pertemuan
    Dan sebuah perpisahan
    Yang cukup menyakitkan hati….
    Yang telah menjadi beban jiwaku ini….
    Sehingga kehari ini!

    BalasHapus
  5. Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
    Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
    Hingga rambut ini mulai memutih
    Masih… tak kutemui engkau kembali

    Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
    Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
    Sampai engkau hadir…
    Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir

    BalasHapus
  6. Senantiasa
    Ku mencoba tuk s’lalu ada
    Saat kau menangisi duka
    Atau saat berbagi tawa

    Senantiasa
    Tak pernah cukup mudah
    Namun hasrat membuatku bisa
    Tentangmu adalah asa

    Senantiasa
    Kuhindari menorehkan luka
    Membuatmu s’lalu bahagia
    Kemarin, kini dan sepanjang masa

    BalasHapus
  7. Kasih Tak Sampai

    November 22, 2008 by wi2n.sgirl
    Filed under Penantian Cinta

    Ku pandang satu bintang yang berpijar sempurna
    Ke dua bola mata terpana
    Menyaksikan binar sinar cahyanya
    Bagai pelangi yang mengisyaratkan
    Akan hati yang ingin ku damba dan ku cinta

    Ku coba terbang ‘tuk meraih satu bintang
    Karena ingin kuraih dia dalam gengaman
    Ku terus terbang dan terbang
    Namun dalam sekejap aku tercengang
    Mengapa ku tak mampu mengepakkan sayap ‘tuk meraihnya

    Sunguh pilunya hatiku
    Begitu sulitnya aku meraih bintang-Mu
    Apakah dia tercipta bukan untukku
    Karena ku tahu dia “ begitu jauh “ dariku
    Terdengar dentang jam melaju waktu
    Membuatku hanya mampu duduk terpaku

    Ntah mengapa bulu sayapku kian terasa
    Rintik hujan gerimis seakan menitikkan air mata
    Mengutarakan akan hatiku yang terluka
    Dengan hanya bisa memendam sejuta kasih dan cinta

    Mungkinkah tiada lagi yang bisa menggantikan dia di hati
    Akupun tak mampu lagi berlari dari kenyataan ini
    Karena ku mencintainya dengan sepenuh hati
    Kini tiada lagi penopang diri
    Mungkin inilah takdir Illahi
    Kasih tak sampai di genggaman hati

    BalasHapus
  8. Kasih tak Sampai
    Cinta, tiap pagi terdengar namamu dalam hembusan angin di jendela kamarku
    Ku lihat wajahmu tergantung rapi di lemari pakaianku
    Ku dengar langkahmu berirama di teras depan rumahku
    Kurasa kehangatanmu yang selalu berada di sisiku

    Cinta, bibirku selalu menyanyikan namamu
    Hidungku selalu mengendus aroma tubuhmu
    Telingaku selalu terbuka untuk suara merdumu
    Tanganku selalu hangat untuk genggamanmu

    Cinta, tak pernah ku berhenti tersenyum melihatmu
    Tak pernah ku berhenti bercerita tentang kekagumanku pada dirimu
    Tak pernah langkahku terhenti untuk berjalan di sisimu
    Tak pernah pikirku tuk lupakanmu

    Duhai cinta, ku sayang dirimu seperti sang surya menyinari bumi
    Ku puja dirimu seperti rasa bangga anak pada ayahnya
    Cintaku abadi seperti abadinya cinta ibu
    Ku beri kau hatiku agar dapat terbang bersamamu

    Ah cinta, andai kau dengar puisi ini
    Andai kau lihat puisi ini
    Kau kan tahu bahwa besarnya cintaku tak terungkapkan dengan kata
    Kau kan tahu bahwa kasihku padamu pun tak dapat terbayangkan

    Kulewati hari dengan ceria seperti sebelumnya
    Menunggu dirimu tuk ada di sisiku, menemani diriku
    Karna cintaku, cinta tak bersuara
    Sebab kasihku, kasih tak sampa

    BalasHapus
  9. Wanitaku

    kau jauh bagaikan bulan.
    Yang meski jauh tetap dapat kurasakan sinarmu.
    Menerangi di setiap gelap malamku.
    Menghancurkan suramnya hatiku.
    Mengawali setiap senyumku.

    Namun,
    kau dekat bagaikan angin.
    Yang selalu dapat kurasakan hadirmu,
    tapi tak dapat ku raih
    bahkan hanya sekedar untuk melihatmu.

    Apa salahku hingga harus ku lewati malam ini,
    yang meski indah diterangi cahaya kasihmu,
    namun harus kurasakan pedihnya belaian angin malam yang menyiksa.

    Wanitaku,
    kau indah bagaikan bulan,
    dan pedih bagaikan angin malam.

    BalasHapus
  10. Kasih tak sampai

    November 9, 2008 pada 1:23 am (Puisi Indonesia)
    Tags: Kasih tak sampai
    i
    3 Votes

    Quantcast

    Malam datang setelah matahari tenggelam di ufuk barat

    Cintaku hadir dalam sanubari hatiku

    Menyayangi dirimu harapanku dalam kalbu.

    Setiap malam kudambakan akan hadirmu dihadapanku.

    Pertemuan denganmu membuat hidupku laksana bumi dicurahkan hUjan.

    Malang nasibku, setelah ku utarakan cintaku padamu

    Engkau menyatakan dirimu telah dipertunangkan


    Mengapa dari pertemuan pertama kita

    Engkau tidak menunjukan pertanda bahwa engkau sudah ada yang punya

    Dan dirimu seakan menerima kehadiranku disisimu

    sehingga tanpa keraguan ketanam benih cintaku padamu.

    Tiada Kusangka hatiku hancur mendengarkan kata dari mulutmu

    Dikau dijodohkan sejak dilahirkan

    Entah benar atau salah jawabanmu.

    Atau mungkin itu cuma alasan untuk menolak cintaku

    Hanya engkau yang tahu kebenaran itu.

    Oh …..

    Jeritan batinku membahana laksana gemuruh ombak dilautan

    KEpiluan yang kurasakan laksana seekor burung yang terkurung dalam sangkar

    yang menunggu seorang tuan memberikan makanan.

    Malam semakin larut, bayanganmu selalu hadir dalam pikiranku

    Ingin rasanya dirimu hadir dalam pelukanku

    Dan mencumbui dirimu dengan ketulusan cintaku

    BalasHapus
  11. KASIH TAK SAMPAI
    August 6, 2010 By bot Leave a Comment

    Ada kata yang selama ini
    Yang tak terucap

    Sekian lama aku menunggu
    Membuat hati ku gelisah

    Kau puja’an hati
    Yang ku damba selama ini

    Akan kah ku rasa kan
    Nikmat cinta mu . . . ?

    Atau hanya impi’an ku saja
    Harus ku rela kan

    Pada diri mu untuk memutus kan
    Semua ini

    Munkin aku terlalu berharap
    Akan cinta mu , aku pun mengerti

    Bila engkau tak mengingin kan ku
    Kata kan saja

    Penantian ini membuat ku
    Tak berdaya

    Walau tlah ku coba
    Melepaskan bayangan mu

    Namun harus ku akui
    Itu tak semudah yang ku kira !

    BalasHapus
  12. Waktu
    Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
    Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

    Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
    Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

    Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
    Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


    Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


    Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
    Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

    Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

    BalasHapus
  13. CINTA
    AKU bicara perihal Cinta ????…

    Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
    Walau jalannya sukar dan curam.
    Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
    Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
    Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
    Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
    Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
    kan menyalibmu.

    Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.

    Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
    Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
    Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

    Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
    Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
    Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
    Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
    Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

    Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.

    Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

    Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

    Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

    Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
    Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

    Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.

    Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.

    Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

    Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
    Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
    Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
    Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;

    Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

    Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

    BalasHapus
  14. "Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..."

    BalasHapus
  15. "Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan"

    BalasHapus
  16. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..."

    BalasHapus
  17. "Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang"

    BalasHapus